OIKN Kantongi Komitmen Investasi Rp 6,56 Triliun untuk Pembangunan IKN
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengantongi komitmen investasi sekitar Rp 6,56 triliun untuk mempercepat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Investasi tersebut akan digunakan untuk membangun hunian Aparatur Sipil Negara (ASN) serta berbagai fasilitas pendukung guna memperkuat ekosistem perkotaan di ibu kota baru.
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengatakan, komitmen investasi tersebut mencakup pembangunan delapan menara rumah susun ASN senilai Rp 2,63 triliun, proyek 109 rumah tapak ASN senilai Rp 2,81 triliun, serta lima proyek investasi swasta dengan nilai sekitar Rp 1,11 triliun.
“Investasi tersebut mencakup pembangunan delapan menara rumah susun ASN senilai Rp 2,63 triliun serta lima proyek investasi swasta murni senilai Rp 1,11 triliun yang meliputi sektor pangan, mebel, kuliner, olahraga, dan kawasan komersial,” ujar Basuki di Nusantara, Kalimantan Timur, dikutip dari Antara, Kamis (15/10/2026).
Komitmen investasi tersebut diharapkan dapat mempercepat penyediaan fasilitas bagi ASN sekaligus mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi di kawasan IKN.
Pembangunan Hunian ASN di IKN
Dalam sektor perumahan, PT Nindya Karya bersama PT Nindya Estate Management menjadi pemrakarsa pembangunan delapan menara rumah susun ASN. Proyek tersebut berlokasi di Wilayah Perencanaan 1A, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, dengan luas lahan mencapai 6,84 hektare.
Selain rumah susun, pembangunan hunian juga mencakup 109 rumah tapak ASN senilai Rp 2,81 triliun. Proyek ini dikerjakan oleh PT Seratus Sembilan Nusantara, badan usaha pelaksana dari PT Intiland Development Tbk.
Pembangunan 109 rumah tapak tersebut ditargetkan selesai pada triwulan IV 2028. Kesepakatan proyek ini sebelumnya telah disahkan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) pada 6 Oktober 2026.
Penyediaan hunian menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan IKN untuk mendukung kebutuhan tempat tinggal aparatur negara yang akan bertugas di ibu kota baru.
Lima Perusahaan Swasta Investasi di IKN
Selain sektor perumahan, OIKN juga menjalin kerja sama investasi langsung dengan lima perusahaan swasta. Investasi tersebut mencakup sektor pangan, kuliner, olahraga, mebel, hingga pengembangan kawasan komersial.
Salah satu proyek berasal dari PT Berdikari (Persero), yang berencana mengembangkan bisnis ayam terintegrasi senilai Rp 177 miliar dengan kapasitas 140.000 ekor.
Sementara itu, PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park menyiapkan investasi sebesar Rp 1 triliun untuk mengembangkan Grand Vista Nusantara. Proyek tersebut dirancang sebagai kawasan komersial yang mencakup apartemen dan perkantoran.
Di sektor kuliner, PT Laziz Nusantara Grup akan membangun restoran, gerai gelato, dan gedung serbaguna dengan nilai investasi Rp 10 miliar.
PT FYP Karya Perdana juga berencana mengembangkan fasilitas olahraga dan komersial senilai Rp 20 miliar. Adapun PT Java Teak Indo menyiapkan investasi Rp 1,5 miliar untuk membangun ruang pamer mebel khas Jepara dan kantor.
Kehadiran berbagai fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di IKN, sekaligus memperluas kegiatan usaha di kawasan tersebut.
IKN Tidak Hanya Mengandalkan APBN
Pembangunan Ibu Kota Nusantara dirancang dengan melibatkan berbagai sumber pembiayaan, tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
OIKN mengoptimalkan sejumlah skema, termasuk Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta, serta hibah untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan fasilitas perkotaan.
Keterlibatan investor swasta diharapkan dapat mempercepat pembangunan fasilitas yang dibutuhkan, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.
Dengan adanya komitmen investasi Rp 6,56 triliun tersebut, pembangunan hunian ASN dan fasilitas penunjang menjadi bagian dari upaya membentuk IKN sebagai kawasan perkotaan yang mampu mendukung aktivitas pemerintahan sekaligus kegiatan ekonomi.
Meski demikian, realisasi investasi dan penyelesaian proyek tetap menjadi faktor penting untuk memastikan berbagai rencana pembangunan tersebut memberikan manfaat nyata bagi perkembangan IKN.
0 Comments