Ripple Gandeng Privy Milik Stripe untuk Kembangkan Dompet XRP dan RLUSD di XRP Ledger

Ripple Gandeng Privy Milik Stripe untuk Kembangkan Dompet XRP dan RLUSD di XRP Ledger

Ripple menjalin kemitraan dengan Privy, penyedia infrastruktur dompet kripto milik Stripe, untuk menghadirkan solusi dompet digital terprogram di XRP Ledger (XRPL). Kolaborasi ini bertujuan memudahkan pengembang mengintegrasikan dompet XRP dan RLUSD ke dalam aplikasi keuangan, termasuk layanan pembayaran stablecoin dan transaksi otomatis berbasis kecerdasan buatan (AI).

Privy mengumumkan kemitraan tersebut pada 13 Oktober 2026. Melalui kerja sama ini, pengembang dapat membuat, mengelola, dan menandatangani transaksi dompet XRPL menggunakan perangkat lunak yang disediakan Privy.

Integrasi tersebut diharapkan membantu perusahaan fintech dan pengembang aplikasi menghadirkan layanan pembayaran berbasis aset digital tanpa mengharuskan pengguna mengelola kunci kriptografi secara mandiri.

Ripple dan Privy Permudah Integrasi Dompet XRP dan RLUSD

Melalui kemitraan ini, Privy menyediakan infrastruktur yang memungkinkan pengembang mengintegrasikan dompet XRP, stablecoin Ripple USD (RLUSD), dan aset digital lainnya di XRP Ledger.

Solusi tersebut memungkinkan pembuatan serta pengelolaan dompet secara terprogram. Dengan demikian, perusahaan dapat memasukkan fitur pembayaran kripto langsung ke dalam aplikasi tanpa harus membangun seluruh infrastruktur dompet dari awal.

Bagi pengguna, integrasi ini berpotensi menyederhanakan proses pendaftaran dan transaksi. Sementara itu, perusahaan dapat mengembangkan layanan pembayaran digital dengan pengalaman pengguna yang lebih praktis.

Infrastruktur tersebut juga ditujukan untuk mendukung aplikasi keuangan konsumen yang ingin memanfaatkan stablecoin dalam transaksi sehari-hari.

Dompet AI untuk Mendukung Pembayaran Otomatis

Selain aplikasi konsumen, Privy berencana menghadirkan dompet berbasis server untuk kebutuhan perusahaan yang mengembangkan AI agent atau agen kecerdasan buatan.

Dompet ini dirancang untuk mendukung transaksi otomatis yang dilakukan oleh sistem perangkat lunak, termasuk pembayaran antarmesin tanpa harus selalu melibatkan tindakan manual pengguna.

Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah protokol x402, yang dirancang untuk mendukung pembayaran berbasis internet dan transaksi yang dapat dipicu oleh perangkat lunak.

Menurut Markus Infanger, Senior Vice President RippleX di Ripple, kemampuan tersebut memberikan fondasi bagi pengembang untuk membangun produk keuangan yang dapat berkembang dalam skala besar.

Ia menyoroti keunggulan XRP Ledger, termasuk penyelesaian transaksi yang cepat, biaya transaksi rendah, dan dukungan terhadap aset digital asli jaringan tersebut.

Ripple Sebut AI Agent Hasilkan 13 Juta Pembayaran di XRPL

Ripple juga menyoroti meningkatnya aktivitas pembayaran yang dijalankan oleh AI agent di XRP Ledger.

Perusahaan melaporkan bahwa transaksi berbasis agen AI telah mencapai 13 juta pembayaran, atau sekitar 25% dari seluruh aktivitas jaringan. Angka ini menunjukkan potensi penggunaan XRPL untuk mendukung sistem pembayaran otomatis.

Pada 14 Juli, Ripple juga bergabung dengan x402 Foundation sebagai anggota Premier. Protokol x402 dikembangkan melalui model tata kelola terbuka Linux Foundation setelah Coinbase menyumbangkan teknologi tersebut.

Sejumlah perusahaan besar, termasuk Stripe, Circle, Google, Visa, Mastercard, Ripple, dan Coinbase, turut terlibat dalam ekosistem x402.

Sebelumnya, pada Juni, Ripple memperkenalkan XRPL AI Starter Kit untuk membantu pengembang membangun agen perangkat lunak yang dapat mengirim dan menerima pembayaran menggunakan XRP maupun RLUSD.

Stripe Akuisisi Privy untuk Memperluas Infrastruktur Kripto

Stripe sepakat mengakuisisi Privy pada Juni 2025. Sebelumnya, Stripe juga mengakuisisi penyedia infrastruktur stablecoin Bridge senilai US$1,1 miliar.

Nilai akuisisi Privy tidak diungkapkan kepada publik. Stripe menyatakan bahwa Privy akan tetap beroperasi sebagai entitas independen, serupa dengan Bridge.

Didirikan pada 2021, Privy menyediakan solusi dompet digital bagi platform yang ingin mengintegrasikan pembayaran dan pengelolaan aset kripto secara lebih praktis.

Keterlibatan Privy dalam ekosistem Stripe berpotensi memperluas penggunaan infrastruktur dompet kripto untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembayaran konsumen hingga transaksi otomatis yang digunakan perusahaan.

Pasokan Stablecoin RLUSD Terus Menjadi Perhatian

Di sisi lain, adopsi RLUSD juga menjadi bagian penting dari perkembangan ekosistem Ripple.

Data CoinMarketCap yang dikutip dalam laporan terkait memperkirakan pasokan RLUSD yang beredar mencapai sekitar US$2,5 miliar. Sementara itu, data DefiLlama menempatkan nilai total stablecoin di XRP Ledger sekitar US$1,19 miliar, dengan RLUSD menyumbang hampir US$1,10 miliar.

Angka tersebut berasal dari sumber dan metrik yang berbeda sehingga tidak dapat langsung dibandingkan tanpa memperhatikan definisi serta waktu pengambilan datanya.

RLUSD diterbitkan oleh Standard Custody & Trust Company di bawah pengawasan New York State Department of Financial Services untuk pelanggan di Amerika Serikat. Ripple juga menegaskan bahwa RLUSD tidak dilindungi oleh asuransi FDIC maupun SIPC.

Karena itu, pengguna dan investor tetap perlu memahami risiko stablecoin, termasuk risiko penerbit, likuiditas, dan ketentuan penukaran aset.

Standard Chartered Perluas Layanan Kustodian RLUSD

Adopsi RLUSD di kalangan institusi juga menunjukkan perkembangan. Pada 12 Oktober 2026, Standard Chartered meluncurkan layanan kustodian RLUSD bagi klien institusional melalui cabangnya di Dubai International Financial Centre.

Bank tersebut juga bekerja sama dengan Ripple dan LMAX Group untuk mengembangkan infrastruktur agunan yang memungkinkan institusi menggunakan RLUSD dalam aktivitas perdagangan sambil menyimpan token dalam kustodian yang aman.

Implementasi infrastruktur tersebut masih bergantung pada pengujian lebih lanjut dan persetujuan regulator.

Kehadiran layanan kustodian dapat menjadi faktor penting bagi institusi yang membutuhkan pengelolaan aset digital dengan mekanisme penyimpanan dan pengawasan yang sesuai dengan kebutuhan operasional mereka.

Kesimpulan

Kemitraan Ripple dan Privy memperlihatkan upaya memperluas penggunaan XRP Ledger melalui integrasi dompet digital, pembayaran stablecoin RLUSD, dan transaksi otomatis berbasis AI.

Jika implementasinya berjalan sesuai rencana, infrastruktur tersebut dapat membantu pengembang menghadirkan layanan pembayaran kripto dengan proses integrasi yang lebih sederhana.

Namun, pertumbuhan penggunaan teknologi ini tetap perlu dinilai berdasarkan aktivitas jaringan yang dapat diverifikasi, tingkat adopsi oleh pengguna dan institusi, serta perkembangan regulasi. Kemitraan dan peningkatan aktivitas transaksi saja belum cukup untuk memastikan dampak langsung terhadap harga XRP maupun RLUSD.