Vitalik Buterin Klaim Ethereum Telah Memecahkan Masalah Blockchain Trilemma

Vitalik Buterin Klaim Ethereum Telah Memecahkan Masalah Blockchain Trilemma

Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, mengatakan bahwa teknologi privasi dan pengelolaan data terbaru pada dasarnya telah mengatasi masalah skalabilitas blockchain yang selama ini ada. Meski begitu, ia menegaskan bahwa penerapan sistem ini secara penuh dan aman masih membutuhkan waktu beberapa tahun ke depan.

Dalam unggahannya di platform X pada 3 Januari, Buterin menjelaskan bahwa integrasi zero-knowledge virtual machines (ZK-EVMs) dengan metode distribusi data bernama PeerDAS telah meningkatkan kemampuan jaringan Ethereum secara signifikan. Menurutnya, pembaruan ini menjadikan Ethereum sebagai jaringan terdesentralisasi yang jauh lebih kuat dan canggih.

Buterin menyebut kombinasi teknologi tersebut berhasil menyelesaikan “Blockchain Trilemma”, yaitu tantangan lama dalam menyeimbangkan desentralisasi, keamanan, dan kinerja tinggi secara bersamaan. Ia mengibaratkan arsitektur baru Ethereum seperti “BitTorrent dengan konsensus”, yang mampu memproses data dalam jumlah besar layaknya jaringan berbagi file, namun tetap menjaga keamanan dan sifat desentralisasi blockchain.

Ia menambahkan bahwa sebagian teknologi ini sudah berjalan di jaringan utama Ethereum, sementara sisanya sudah siap dari sisi performa. Tantangan terbesar yang tersisa adalah aspek keamanan. Karena itu, ZK-EVMs diperkirakan baru akan menjadi metode utama dalam validasi blok Ethereum pada periode 2027 hingga 2030.

Sambil menunggu, Ethereum akan menerapkan peningkatan secara bertahap. Tahun ini, Buterin memperkirakan batas gas (gas limit) akan dinaikkan agar lebih banyak transaksi bisa diproses dalam satu blok. Hal ini didukung oleh pengembangan protokol baru yang memisahkan peran pengusul transaksi dan pembuat blok, sehingga jaringan menjadi lebih efisien.

Dalam jangka panjang, Buterin juga menargetkan konsep “distributed block building”, yaitu sistem di mana tidak ada satu pihak pun yang menyusun seluruh transaksi dalam satu blok. Menurutnya, pendekatan ini dapat mengurangi risiko sensor terpusat dan memastikan transaksi diproses lebih merata di berbagai wilayah.

Perubahan teknis ini dilakukan di tengah ketatnya persaingan Ethereum dengan blockchain lain yang menawarkan transaksi lebih cepat dan biaya lebih murah, sehingga mendorong para pengembang untuk mempercepat penerapan solusi skalabilitas generasi berikutnya.